BOGOR – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, Kabupaten Bogor mencatatkan sejarah baru sebagai pionir daerah yang menyelenggarakan Grand Event Musabaqah Azan Nusantara II Mendunia (MAN II). Perhelatan akbar bertajuk “Tasyakur dan Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H” ini sukses digelar di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Bogor, Selasa (16/6/2026).
Acara ini merupakan kolaborasi strategis antara Yayasan Muhammad Sulthan Ramadhan, aplikasi ISalaam Connecting Ummah, Dewan Masjid Indonesia, dan Masjid Nurul Wathon. Perhelatan ini juga bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Bogor ke-544, sekaligus menjadi role model nasional dalam digitalisasi manajemen rumah ibadah.
Transformasi Digital Berbasis Ukhuwwah
Ketua Panitia Nasional, Munawar Fuad Noeh, menegaskan bahwa esensi dari MAN II bukan sekadar perlombaan, melainkan tonggak transformasi digital umat.
“Event ini adalah langkah besar transformasi digital umat melalui penguatan manajemen berbasis data. Kami ingin merajut ukhuwwah dan persaudaraan dalam damai dan harmoni untuk semua,” ujar pria yang juga Founder/CEO platform ISalaam Connecting Ummah ini.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Kan Erwan Setiawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program “Satu Data Masjid” dan transformasi manajemen masjid adalah kunci utama bagi pemerintah untuk melayani warga secara lebih luas, sekaligus memakmurkan ekonomi umat berbasis jemaah.
Kompetisi MAN II yang menyaring 17 muazin terbaik dari 424 pendaftar nasional hingga mancanegara berhasil melahirkan talenta-talenta baru. Juara Umum diraih oleh Habil Gurium asal Maluku yang berhak membawa pulang Piala Bergilir Ketua MPR RI dan paket ibadah Umrah.
Salah satu momen paling mengharukan adalah keberhasilan Muhammad Zaid Anshorullah, muazin cilik berusia 11 tahun yang menyabet predikat Juara Favorit. Atas pencapaiannya, ia mendapatkan apresiasi khusus berupa hadiah ibadah Umrah dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Berikut daftar juara utama MAN II:
Juara Umum: Habil Gurium (Maluku) – Piala Bergilir Ketua MPR RI, Umrah, & Dana Pembinaan Rp17 Juta.
- Juara I: Nasruddin (NTB) – Piala & Dana Pembinaan Rp15 Juta.
- Juara II: Akbar Qalbun Karim (Bekasi, Jawa Barat) – Piala & Dana Pembinaan Rp12 Juta.
- Juara III: Wahyu Wardana (Lampung) – Piala & Dana Pembinaan Rp10 Juta.
Dewan juri nasional yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Cholil Nafis, bersama perwakilan dari DMI Pusat, Masjid Istiqlal, Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia, dan pakar komunikasi visual, memberikan penilaian ketat terhadap aspek vokal dan kreativitas dakwah digital para peserta.
Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Wakil Bupati, Bapak Ade Jaro, menyatakan kesiapan wilayahnya untuk terus menjadi pelopor dalam digitalisasi rumah ibadah. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan ekonomi jemaah yang relevan dengan perkembangan zaman.
Seluruh rangkaian acara yang didukung oleh berbagai pihak seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Nasional Indonesia, BSI, BJBS, serta PT PP Tbk ini, disiarkan secara live streaming untuk menjangkau masyarakat luas, mempertegas pesan damai dan harmoni yang digaungkan dari Bogor untuk dunia. (Red)



