JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan pengalaman pribadinya bersama Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Momen hangat ini diceritakan Prabowo saat menyampaikan pidato pengantar Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5).
Di hadapan para anggota dewan dan menteri kabinet, Prabowo mengenang masa-masa ketika dirinya berada di luar pemerintahan. Ia secara terbuka mengapresiasi kebaikan Megawati yang pernah membantunya di masa sulit.
”Tenang aja, karena waktu saya enggak berkuasa, waktu saya enggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Alias luntang-lantung lah,” seloroh Prabowo yang langsung disambut tawa dan riuh tepuk tangan dari para peserta rapat paripurna.
Tidak hanya bernostalgia, Presiden Prabowo juga menyinggung dinamika politik saat ini, khususnya kritik keras yang kerap dilayangkan oleh anggota fraksi PDIP terhadap jalannya pemerintahan.
Prabowo mengaku selalu merenungkan setiap kritik yang ia terima. Baginya, kritik dari oposisi atau parpol lain bukanlah sesuatu yang bermakna negatif, melainkan sebuah pengingat penting agar pemerintah tidak salah melangkah.
”Setiap pemimpin harus mau dikritik, diawasi. Kadang sebelum tidur pilu hati saya, ini anggota PDIP ini kadang kritiknya keras banget, tapi saya sadar, sebetulnya mungkin ada dasarnya,” ungkap Prabowo secara jujur.
Melanjutkan pidatonya, Prabowo menceritakan sebuah anekdot di mana sejumlah menteri kerap meminta petunjuk kepadanya mengenai proyek atau tender yang di belakangnya terdapat bendera partai tertentu, termasuk PDIP.
Dengan tegas, Prabowo meminta jajaran menterinya untuk tetap objektif dan profesional tanpa melihat latar belakang afiliasi politik.
”Ada menteri-menteri minta petunjuk, ‘Pak, ini bagaimana Pak? Ada proyek, ada tender. Tapi ini di belakangnya PDIP,’ umpamanya. Apa jawaban saya? Tidak ada masalah. Kalau dia menang, dia menang aja. Jangan kita lihat latar belakangnya. Kita sekarang pemerintah, tidak boleh melihat latar belakang politik,” pungkasnya tegas.
Melalui pidato ini, Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya untuk merangkul semua elemen bangsa demi pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, sekaligus menjaga hubungan baik antar-tokoh bangsa terlepas dari perbedaan koalisi politik saat ini. (**)



