29.1 C
Jakarta
spot_img

Demokrasi Dikebiri! Pilkades Jayabakti Diduga Dikendalikan Aparatur dan Panitia Demi Kepentingan Tertentu

 

Jayabakti — Aroma ketidaknetralan dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jayabakti kian menyengat. Sejumlah oknum aparatur desa, mulai dari perangkat desa, RT, kepala dusun hingga panitia Pilkades, kini menjadi sorotan publik setelah diduga terang-terangan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu calon kepala desa.

Dugaan ini bukan sekadar isu liar. Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan adanya indikasi kuat keberpihakan yang ditunjukkan melalui sikap, tindakan, bahkan aktivitas di ruang publik. Salah satu yang mencolok adalah unggahan status WhatsApp yang diduga berisi dukungan terhadap kandidat tertentu oleh oknum Kasi Pemerintahan Hasyim Aryamin serta Kepala Dusun 3 Maat Sulanjana. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran etika dan mencederai prinsip netralitas aparatur.

Baca Juga  Bupati Gowa Terbitkan Surat Resmi, Seluruh OPD Diminta Hormati Gugatan PMH atas Hak Angket DPRD

Lebih jauh, keterlibatan oknum panitia Pilkades berinisial R juga turut disorot. Panitia yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas dan keadilan justru diduga ikut bermain dalam pusaran kepentingan. Jika benar, kondisi ini bukan hanya mencoreng proses demokrasi desa, tetapi juga membuka ruang terjadinya manipulasi tahapan Pilkades.

Sikap aparatur desa yang seharusnya berdiri di atas semua golongan kini dipertanyakan. Netralitas yang menjadi harga mati dalam setiap proses demokrasi justru tampak rapuh. Dugaan penyalahgunaan kewenangan ini dinilai berpotensi merugikan kandidat lain serta menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemilihan yang seharusnya jujur dan adil.

Baca Juga  Jumat Berkah PLN UP3 Serpong: Menyalakan Harapan, Menebar Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Kampung Babakan

Masyarakat pun angkat suara. Mereka mendesak pihak berwenang untuk tidak tutup mata dan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh serta klarifikasi secara transparan. Pembiaran terhadap dugaan pelanggaran ini hanya akan menjadi preseden buruk dan memperkuat anggapan bahwa demokrasi desa bisa dikendalikan oleh kepentingan tertentu.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades Jayabakti. Netralitas bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama demokrasi. Warga berharap proses Pilkades tetap berjalan bersih, jujur, dan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat—bukan hasil dari permainan kekuasaan di balik layar. (Red)

🔴 CTVPlayMedia.com - Berita Terkini, Akurat dan Inspiratif     |     Update cepat dari berbagai peristiwa penting     |     Informasi terpercaya untuk masyarakat Indonesia     |     Sajian berita ringan hingga mendalam setiap hari     |     Ikuti perkembangan terbaru hanya di CTVPlayMedia.com     |     Inspirasi dan fakta dalam satu platform berita modern

Artikel Lainnya

Trending

Top News

Liputan Khusus

Berita Pilihan

spot_imgspot_img

Populer