BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh operasional Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) telah kembali berfungsi normal sejak Kamis (30/4) pagi. Langkah ini diambil setelah selesainya proses penanganan insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Meskipun jalur telah dibuka sepenuhnya, KAI mengimbau penumpang untuk tetap memaklumi potensi adanya keterlambatan jadwal dalam durasi singkat. Hal ini merupakan bagian dari proses penyesuaian operasional guna menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan secara bertahap.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memulihkan kenyamanan penumpang dan memastikan seluruh hak pelanggan terpenuhi.
”Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan ini. KAI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengaturan perjalanan agar jadwal kembali presisi sesegera mungkin,” ujar Anne.
Selain fokus pada pemulihan jalur, KAI juga secara intensif mendata barang bawaan penumpang yang tertinggal di lokasi kejadian, khususnya pada rangkaian Commuter Line No. 5568A.
Berdasarkan data hingga Kamis pukul 08.30 WIB, berikut adalah rincian penanganan barang penumpang. Total barang ditemukan 85 item yang sudah diambil pemilik 38 item dan masih dalam proses pengamanan 47 item. Semua barang temuan saat ini telah diamankan oleh tim Passenger Service di Stasiun Bekasi Timur.
Bagi pengguna jasa atau keluarga korban yang merasa kehilangan barang pribadi, diharapkan untuk segera mendatangi unit Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur dengan membawa bukti identitas atau deskripsi barang yang valid untuk proses verifikasi.
KAI terus berupaya memberikan transparansi informasi dan pendampingan penuh bagi seluruh pelanggan yang terdampak insiden ini. (Erk)



