JAKARTA – Kawasan Monas hari ini, Jumat (1/5/2026), menjadi titik pusat perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day Fiesta. Acara yang dijadwalkan berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 15.30 WIB ini diwarnai dengan pendekatan persuasif dari pihak pemerintah dan aparat keamanan guna menjaga kondusivitas ibu kota.
Langkah antisipatif telah dilakukan sejak Kamis malam (30/4). Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, langsung bertolak dari Bogor untuk memenuhi undangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Posko Terpadu kawasan Monas.
Dalam pertemuan tersebut, Sektkab Teddy dan Kapolri berdialog langsung dengan perwakilan federasi buruh yang sudah tiba lebih awal di Jakarta. Fokus diskusi meliputi Penyampaian aspirasi buruh secara langsung kepada representasi cabinet, Koordinasi pelaksanaan aksi agar berjalan tertib dan damai dan penyamaan persepsi terkait isu-isu ketenagakerjaan terkini.
”Dialog berlangsung hangat. Kami membahas berbagai aspirasi rekan-rekan buruh menjelang perayaan hari ini,” tulis akun resmi Sekretariat Kabinet.

Polda Metro Jaya telah menyiagakan personel untuk mengawal jalannya May Day Fiesta. Berikut adalah poin penting bagi masyarakat yang akan melintas di Jakarta Pusat:
- Rekayasa Lalu Lintas: Diberlakukan secara situasional di sekitar Medan Merdeka dan titik akses menuju Monas.
- Imbauan Publik: Masyarakat diminta menyesuaikan waktu perjalanan dan menghindari kawasan pusat aksi jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
- Layanan Darurat: Bagi warga yang membutuhkan bantuan atau berada dalam kondisi mendesak, kepolisian menginstruksikan penggunaan Layanan Polisi 110.
Pemerintah dan aparat menekankan bahwa prioritas utama adalah menjaga keseimbangan antara hak buruh dalam menyampaikan pendapat dan kenyamanan publik secara umum. Perayaan tahun ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pekerja, pemerintah, dan penegak hukum demi Jakarta yang tetap aman dan produktif. (Jhon)



