JAKARTA – Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan tegas terkait kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Dalam orasinya di hadapan ribuan buruh dan pengemudi ojol, Prabowo menyoroti tingginya potongan yang dibebankan oleh perusahaan aplikator kepada para mitra pengemudi, (01/5/2026).
Prabowo mengungkapkan keprihatinannya atas beban potongan yang saat ini mencapai angka 20%. Menurutnya, angka tersebut sangat memberatkan para pengemudi yang setiap harinya bekerja keras di jalanan dengan risiko tinggi.
”Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Aplikator perusahaan minta disetor 20%. Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%. Harus di bawah 10%!” tegas Prabowo disambut riuh sorakan para hadirin.
Lebih lanjut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada perusahaan-perusahaan aplikator yang beroperasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa keadilan bagi pekerja lokal harus menjadi prioritas utama.
”Enak aja, lo yang keringat, dia yang dapat duit. Soryy aja!” kelakarnya dengan nada menyindir. Ia menambahkan bahwa jika perusahaan asing atau aplikator tidak bersedia mengikuti aturan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, maka mereka tidak perlu berbisnis di tanah air.
”Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” tutupnya dengan tegas.
Pernyataan ini diharapkan menjadi angin segar bagi para pengemudi ojol yang selama ini mengeluhkan minimnya pendapatan bersih akibat tingginya potongan aplikasi dan biaya operasional. (Jhon)



