YOGYAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan optimis terhadap penguatan nilai tukar Rupiah dalam waktu dekat. Melalui implementasi kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang diwajibkan di bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), pemerintah menargetkan nilai tukar Rupiah dapat bergerak menguat hingga menyentuh level Rp15.000 per Dolar Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya, dalam acara Jogja Financial Festival 2026 baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat dan para pelaku pasar tidak perlu khawatir mengenai isu pelemahan Rupiah yang ekstrem.
”Jadi teman-teman enggak usah takut tuh yang ribut-ribut mulai tukar (dolar karena takut) akan jeblok seperti tahun 1998. Nanti Juni (2026) akan ada suplai dolar yang signifikan ke ekonomi kita. Jadi Rupiah akan menguat,” ujar Purbaya.
Ketika ditanya oleh moderator mengenai target spesifik penguatan tersebut, ia menambahkan dengan optimis, “Kita akan dorong Rupiah ke arah 15.000.” Bahkan, ia sempat berseloroh sembari menyarankan para spekulan atau pemain valuta asing (valas) untuk segera mengambil posisi jual sebelum dolar kembali melemah.
Kebijakan penempatan DHE SDA ini dijadwalkan berlaku mulai 1 Juni 2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan pasokan dolar di dalam negeri melimpah dan langsung masuk ke sistem perbankan nasional yang terpantau ketat, berbeda dengan regulasi sebelumnya di mana dana DHE bebas ditempatkan di berbagai bank domestik tanpa pengawasan ketat sehingga dampaknya kurang signifikan terhadap cadangan devisa nasional.
Selain dari sektor DHE, Kemenkeu juga melakukan langkah intervensi dari sisi fiskal dan pasar obligasi untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Pemerintah secara aktif masuk ke pasar obligasi untuk menjaga agar tingkat imbal hasil (yield) tidak melonjak terlalu tinggi. Hingga saat ini, diperkirakan hampir Rp 2 triliun dana telah digelontorkan untuk langkah tersebut.
Dengan menjaga stabilitas yield obligasi, investor asing diharapkan tidak terpaksa keluar dari pasar Indonesia (capital outflow) akibat risiko kerugian kurs dan volatilitas.
Purbaya menutup penjelasannya dengan memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional, mengutip pesan dari Presiden. “Kata Pak Presiden, kalau Purbaya masih senyum, ekonomi aman. Ini (saya) senyum terus nih,” guraunya disambut tepuk tangan dari para peserta festival.
Melalui kombinasi pasokan dolar baru dari DHE SDA pada bulan Juni serta intervensi pasar obligasi yang terukur, pemerintah yakin stabilitas nilai tukar Rupiah akan tetap terjaga dengan kuat di tengah tantangan ekonomi global. (**)



