BEKASI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia rutin terhadap pelajar yang membolos pada jam pelajaran sekolah, Kamis (30/4). Dalam operasi tersebut, sejumlah siswa diamankan saat tengah berkumpul di area belakang Stadion Wibawa Mukti.
Operasi dimulai pada pukul 10.00 WIB, menyasar titik-titik yang dilaporkan warga sering menjadi lokasi berkumpulnya pelajar. Petugas menyisir area tersembunyi serta sejumlah warung di kawasan stadion.
Hasilnya, petugas menemukan sekelompok pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah lengkap sedang bersantai di lokasi tersebut. Meski sempat terkejut dengan kedatangan petugas, proses penertiban berjalan kondusif tanpa adanya perlawanan.
Para pelajar yang terjaring langsung didata berdasarkan identitas dan asal sekolah masing-masing. Di lokasi, petugas juga memberikan edukasi mengenai kedisiplinan dan dampak negatif dari perilaku membolos.
Kepala Seksi (Kasie) Satpol PP, Sukardi, yang memimpin langsung operasi ini menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda.
”Kami melakukan pendataan dan memberikan edukasi di tempat. Tujuannya agar mereka sadar bahwa waktu sekolah seharusnya digunakan untuk menuntut ilmu, bukan untuk aktivitas yang tidak jelas,” tegas Sukardi.
Penertiban ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan dari masyarakat dan orang tua siswa yang merasa resah dengan maraknya pelajar di luar lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung.
”Razia ini diadakan karena banyaknya laporan masuk terkait anak sekolah yang bolos, khususnya di titik-titik rawan seperti belakang Stadion Wibawa Mukti ini,” tambah Sumarno, salah satu perwakilan petugas di lapangan.
Setelah mendapatkan pembinaan dan peringatan keras, para pelajar tersebut diminta untuk segera kembali ke sekolah atau rumah masing-masing. Satpol PP mengimbau kepada pihak Sekolah agar meningkatkan absensi dan kontrol terhadap siswa selama jam pelajaran. Dan juga untuk Orang Tua agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak saat berangkat maupun pulang sekolah.
Operasi serupa dipastikan akan terus dilakukan secara berkala guna meminimalisir angka kenakalan remaja dan memastikan ketertiban di wilayah Kabupaten Bekasi. (Yudhi)



